alt/text gambar
Headlines News :
muhammad dikha wijaya. Powered by Blogger.

Iklan

alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Anda pengunjung ke

Flag Counter

Keutamaan Jumat



Dalil dalam Al-Qur’an 

Kewajiban menunaikan shalat Jum’at Hal itu berdasarkan firman Allah SWT,

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS Al Jumu’ah: 9


Kewajiban ini bersifat fardhu ‘ain atas setiap muslim secara berjama’ah, kecuali lima golongan yaitu: hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh), orang sakit dan musafir. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat berikut.

Keutamaan Hari Jum’at 
  1. Hari paling utama di dunia: Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada harijum’at ini, antara lain: 
    • Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya. 
    • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
    • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
    • Hari akan terjadinya kiamat.
      • Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwaRasulullah saw berkata: “Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jum’at, pada hari itu  Nabi Adam ‘alaihissallam diciptakan, dan pada hari itu pula  Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah SWT mengharapkan kebaikan kecuali Allah SWT akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim no. 854)
  2. Hari bagi kaum muslimin
    • Hari jum’at adalah hari berkumpulnya umat Muhammad sawdalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalatdan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat, serta do’a.
    • Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy radhiyallahu ‘anhumabahwa Rasulullah saw berkata, “Allah SWT menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah SWT mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada harikiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.” (HR. Muslimdan Ibnu Majah
  3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari 
    • Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhuberkata, Rasulullah saw berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah SWT, hari jum’atini lebih mulia dari hari raya Idul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah SWT, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Nabi Adam ‘alaihissallam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Nabi Adam ‘alaihissallam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah SWT maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah SWT, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad
  4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a 
    • Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw bersabda, “Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah SWT, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Al-Bukhari no. 1415 dan Muslim no. 852
    • Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat: a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at. Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” LaluAbu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim
    • Imam Nawawi rahimahullah menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi rahimahullah menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan. 
    • Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar 
      • Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah saw bersabda, “Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah SWT dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh hingga setelah ‘ashar.” (HR. Abu Dawud)
      • Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, beliau mengatakan bahwa, “Ini adalah pendapat yang dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali hadits-hadits mengenainya.” 
  5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya 
    • Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah saw  bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan),  kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’atberikutnya.” (HR. Bukhari) 
    • Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah saw bersabda:“Barangsiapa yang berwudhu lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia mendatangishalat jum’at , lalu dia mendengarkan (khutbah) dan tidak berbicara, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu sampai hari  jum’at depannya, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang memegang-megang batu kerikil, maka dia telah berbuat kesia-siaan.” (HR. Muslim no. 857
    • Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah saw bersabda:“Antara shalat lima waktu, antara  shalat jum’at satu ke  shalat jum’at berikutnya, dan antara puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah penghapus untuk dosa di antara keduanya, apabila dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 857)

Inspirasi Hidup: Lupus Sembuh Berkat Sedekah



Sedekah dapat menyembuhkan penyakit. Begitulah yang dialami Nita yang awalnya mengidap sakit lupus. Berkat rajin sedekah dan ditambah riyadoh, sakit lupusnya sembuh total. Berikut kisahnya

Betapa terkejutnya hati Faruq kala Nita, istrinya, ternyata dinyatakan dokter menderita sakit lupus.

Peristiwa itu ter­jadi pada tahun 2007 silam. Karena penyakit itu, Nita harus dirawat sakit di Bandung.

Faruq cukup blingsatan di sela-sela ke­sabarannya menerima musibah ini. Soal bia­ya rumah sakit menjadi kerisauan Faruq.

Selain memikirkan kondisi sang istri yang dalam perawatan, ia juga mesti memegang dua anak mereka yang masih kecil, Mufti dan Azka. Waktu itu masing-masing baru berusia 7 dan 1,5 tahun.

Di rumah sakit, kondisi Nita tak kun­jung membaik. Tetap susah tidur dan sulit makan, sehingga badannya "habis". Lehernya mengalami pembengkakan. Sema­kin banyak mendapat informasi tentang lupus, ia malah kian down dan cemas.

DEPRESI BERAT

Lupus yang selama ini dikenal Nita sebagai tokoh lucu dalam novel Hilman Hariwijaya, ternyata adalah sejenis penyakit yang mengerikan. Nita depresi berat. Is­tri Faruq ini akhirnya meninggalkan rumah sakit dalam keadaan jauh dari sehat.

Apa boleh buat, dia menjalani pengobatan di rumah seadanya. Metode pengobatan alter­natif pun ditempuh.

Dalam keadaan kalut, Faruq menemui ustad Yusuf Mansur di Daarul Qur'an, Tangerang. "Ustad Sedekah" ini baginya sudah tidak asing lagi, karena merupakan salah satu sahabat Aa Gym.

Sedangkan Fa­ruq sehari-hari bekerja di Daarut Tauhiid, Gegerkalong, Bandung, pimpinan KH Abdullah Gymnastiar.

Sepulang dari Daarul Qur' an Tangerang, Faruq mendapat "jurus sedekah" dan " ju­rus riyadhoh" dari ustad Yusuf Mansur. Amalan sedekah disertai amalan ibadah lainnya, sebagai tawashul bagi kesembu­han istri.

Riyadhoh lalu Faruq jalani berdua de­ngan Nita. "Lihat 40 hari kemudian. Kalau masih belum juga ada perkembangan baik, mungkin ente riyadhoh-nya kurang ken­ceng," pesan Yusuf Mansur.

SEMBUH TOTAL

Alhamdulillah, setiap sepekan kese­hatan Nita semakin membaik. Kenikmatan tidur sudah bisa dia rasakan kembali. Be­gitupun makan. Ini membuatnya kian ber­semangat meningkatkan ibadah ritual mau­pun sosial.

Pada Desember 2008 lalu, ketika memeriksakan diri ke dokter, si lupus yang bersarang di tubuh Nita dinyatakan telah hilang. Nita sembuh total. Kebahagiaannya juga menjadi milik sekeluarga.

"Alhamdulillah, istri saya sudah pulih seperti sediakala," kata Faruq. Anugerah ini bukan membuat ia dan istri kendor beribadah, tapi justru makin kenceng ber­sedekah dan menjalani riyadoh.

Seratus Enam Puluh Kebiasaaan Nabi Muhammad SAW



 Seratus Enam Puluh Kebiasaaan 
Nabi Muhammad SAW

 Sumber: Akaha, Abduh Zulfidar, 160 Kebiasaan Nabi saw, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, cetakan I, 2002






KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT
  1. Selalu shalat sunnah fajar
  2. Meringankan shalat sunnah fajar
  3. Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)
  4. Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
  5. Mengerjakan shalat sunnah di rumah
  6. Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
  7. Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya
  8. Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar
  9. Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib
  10. Shalat sunnah setelah Isya’
  11. Mengakhirkan shalat Isya’
  12. Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua
  13. Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)
  14. Menggosok gigi apabila bangun malam
  15. Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan
  16. Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)
  17. Memanjangkan shalat malamnya
  18. Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir
  19. Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan
  20. Shalat dhuha empat rakaat
  21. Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh
  22. Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah
  23. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’
  24. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
  25. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
  26. Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih
  27. Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk
  28. Meringankan tasyahhud pertama
  29. Meringankan shalat jika berjama’ah
  30. Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah
  31. Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat
  32. Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat
  33. Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang
  34. Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang
  35. Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA 
  1. Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at
  2. Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at
  3. Mandi pada hari Jum’at
  4. Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at
  5. Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat
  6. Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau
  7. Duduk di antara dua khutbah Jum’at
  8. Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at
  9. Shalat sunnah setelah jum’at
  10. Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at
  11. Mandi sebelum berangkat shalat Id
  12. Memakai pakaian teraik ketika shalat Id
  13. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri
  14. Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha
  15. Shalat Id di tanah lapang
  16. Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id
  17. Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha
  18. Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah
  19. Dua kali khutbah dengan diselingi duduk
  20. Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda
  21. Berjalan kaki menuju tempat shalat Id
  22. Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id
  23. Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA 
  1. Puasa dan berbuka secara seimbang
  2. Berbuka puasa sebelum shalat maghrib
  3. Berbuka dengan korma
  4. Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub
  5. Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari
  6. Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan
  7. Banyak puasa di bulan sya’ban
  8. Puasa enam hari syawal
  9. Puasa hari Arafah
  10. Puasa Asyura atau sepuluh muharam
  11. Puasa hari senin dan kami
  12. Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan
  13. Mencium istri di siang hari
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN 
  1. Memperbanyak sedekah
  2. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
  3. Mengakhirkan waktu sahur
  4. Puasa wishal
  5. Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)
  6. I’tikaf
  7. Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganyaMenyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM 
  1. Tidak pernah mencela makanan
  2. Tidak makan sambil bersandar
  3. Makan dan minum dengan tangan kanan
  4. Makan dengan tiga jari
  5. Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan
  6. Mengambil nafas tiga kali ketika minum
  7. Minum dengan duduk dan berdiri
  8. Mulai makan dari pinggir tempat makan
  9. Berdo’a sebelum dan sesudah makan
  10. Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut
  11. Tidak pernah makan di depan meja makan
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA 
  1. Tidur dalam keadaan suci
  2. Tidur di atas bahu sebelah kanan
  3. Meletakkan tangan di bawah pipi
  4. Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan
  5. Tidak suka tidur sebelum Isya’
  6. Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir
  7. Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub
  8. Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur
  9. Membaca do’a jika terjaga dari tidur
  10. Tidur matanya namun tidak tidur hatinya
  11. Menyilangkan kaki jika tidur di masjid
  12. Tidur hanya beralaskan tikar
  13. Tidak menyukai tidur tengkurap
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN 
  1. Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian
  2. Sengang bepergian pada hari kamis
  3. Senang pergi pada pagi hari
  4. Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari
  5. Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt
  6. Berada di barisan belakang saat bepergian
  7. Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan
  8. Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun
  9. Berdo’a jika tiba waktu malam
  10. Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan
  11. Berdo’a ketika kembali dari bepergian
  12. Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at
  13. Mengundi istri-istrinya jika bepergian
  14. Shalat di atas kendaraan
  15. Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan
  16. Mendo’akan orang yang ditinggal pergi
  17. Mendo’akan orang yang akan bepergian
  18. Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi
KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA 
  1. Senang berdoa dengan do’a yang ringkas
  2. Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat
  3. Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari
  4. Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid
  5. Membaca do’a di pagi dan sore hari
  6. Membaca do’a di akhir majlis
  7. Membaca do’a saat keluar rumah
  8. Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil
  9. Berdoa jika memakai pakaian baru
  10. Berdo’a jika merasa sakit
  11. Berdo’a jika melihat bulna
  12. Memanjatkan do’a di saat sulit
  13. Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh
  14. Berdo’a jika bertiup angin kencang
PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW 
  1. Selalu mengingat Allah di setiap waktu
  2. Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas
  3. Selalu mendahulukan yang kanan
  4. Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin
  5. Tidak menolak jika diberi minyak wangi
  6. Tidak pernah menolak hadiah
  7. Selalu memilih yang lebih mudah
  8. Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira
  9. Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah
  10. Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari
  11. Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’
  12. Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta
  13. Mengulang salam hingga tiga kali
  14. Turut mengerjakan pekerjaan rumah
  15. Pergi ke masjid Quba setiap sabtu
  16. Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti
  17. Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu
  18. Memilih waktu yang tepat dalam menasehati
  19. Tidak bohong dalam bergurau
  20. Berdiri apabila melihat iringan jenazah
  21. Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat
  22. Buang air kecil dengan jongkok
  23. Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting

Kebesaran Allah Swt Pada Telapak Tangan Manusia



KEBESARAN ALLAH SWT
PADA TELAPAK TANGAN MANUSIA

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar, dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”
(QS. Fusshilat: Ayat 53).

Allahu Akbar .., Allahu Akbar .., Allahu Akbar ..,

Tahukah sahabat, tanda 99 (Asmaul Husna) ada pada telapak tangan kita. Garis utama kedua telapak tangan kita (pada umumnya manusia), bertuliskan angka dalam bahasa Arab yaitu :

|/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18
/\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81

Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama atau sifat Allah SWT yang dipanggil sebagai Asma-ul Husna (Nama-nama yang baik) yang terdapat dalam Al-Quran

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci

Wallahua’lam bish Shawwab … Barakallahufikum ...

Air putih yang di do'akan bisa menyembuhkan penyakit




Siapa sangka air itu hidup. Air mampu merespon ataupun menyampaikan informasi yang disampaikan kepadanya. Bila informasi yang sampaikan padanya buruk, maka kualitasnya akanmenjadi buruk, namun bila informasi yang disampaikan baik, maka kualitasnya pun akan menjadi baik.

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim “… Dan dari pada air, Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…” (QS. Al-Anbiya : 30). Dalam kajian kitab-kitab tafsir klasik, ayat diatas diartikan bahwa tanpa air, semua akan mati kehausan. 

Sumber-sumber dari Al-Quran yang membahas mengenai air, yaitu: QS. Fushshilat : 39, QS. An Nahl : 65, QS. Ar Ruum : 24, QS. Al Anbiyaa’ : 30, QS. Al Baqarah : 164, QS. Al Furqaan : 49, QS. Al Jaatsiyah : 5, QS. Al ‘Ankabuut : 63, QS. Qaaf : 11, QS. Az Zukhruf : 11, QS. Al Hajj : 5 

Di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama menemukan keajaiban tentang air dari percobaannya selama bertahun-tahun. Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif. 

Hasil percobaannya tersebut dapat kita baca dalam bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul “Mukjizat Air”. Air murni dari pegunungan di do’akan secara agama Shinto, lalu didinginkan pada suhu -25 derajat Celcius di sebuah laboratorium. Hasilnya, ternyata molekul air membentuk Kristal segi enam yang indah. 

Percobaan diulangi dengan membaca “Arigato” (Terima Kasih ; bahasa Jepang) didepan air tadi, kemudian Kristal dari air tersebut kembali membentuk keindahan yang berbeda.  Kemudian percobaan diulangi dengan diucapkan kata "Setan” pada air tersebut, dan hasilnya ternyata kristal air tersebut membentuk suatu bentukan yang terlihat mengerikan. Dan ketika diputarkan musik klasik (Symphoni Mozart), kristal air tersebut berubah menjadi bentuk bunga. 

Ketika percobaan air diteruskan dengan bacaan Islam "Bismilah” (oleh ulama setempat), spontan Kristal air tersebut kembali mengalami perubahan bentuk, nampak terlihat keindahan yang menakjubkan yaitu berbentuk segi enam dengan lima cabang daun berkilauan. 



Peristiwa tersebut bukan sihir, sulap, takhayul ataupun sebab kecanggihan teknologi. Tetapi nyata, kajian intelektual yang pernah dipresentasikan dan diperagakan di Markas PBB di New York pada bulan Maret tahun 2005 silam. 

Subhanallah… Ternyata air mampu “mendengar”, "membaca” dan “mengerti” serta “merekam” kata-kata atau pesan, seperti layaknya pita magnetic (Compact Disc). Air juga ternyata mampu “mentransfer” kata-kata atau pesan tadi melalui molekul air yang lain. 

Penelitian Dr.Masimoto ini pun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. beliau meneliti pengaruh kata terhadap nasi yang dimasukkan dalam toples dan masing-masing ditulisi kata yang berbeda. 

Yang satu ditulis terima kasih dan yang lainnya ditulisi kata kamu bodoh, ternyata toples yang ditulisi kata terima kasih tidak basi, sedangkan yang ditulisi kata kamu bodoh cepat basi bahkan warnanya sudah berubah menjadi kehitaman. 

Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh. Dengan temuan ini, dapat menjawab sekaligus menjelaskan tentang “Mengapa air putih yang dido’akan bisa menyembuhkan orang sakit?” 

Sebelum mengetahui tentang hal ini, mungkin ada dari yang sedang membaca tulisan ini, dan termasuk saya sendiri pun pernah memiliki anggapan bahwa orang yang sembuh berkat meminum air putih yang telah dido’akan tersebut hanya sugesti saja, bahkan mungkin ada yang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang konyol atau musyrik? 

Akan tetapi, pada kenyataannya, air memang mampu menangkap pesan do’a kesembuhan, menyimpannya, yang kemudian setelah diminum getarannya merambat kepada molekul air yang lain yang ada ditubuh si sakit. 

Seperti yang kita ketahui, bahwa tubuh kita 75% terdiri atas air, darah mengandung 82% air dan tulang yang keras pun mengandung 22% air. 

Untuk itu marilah kita berhati-hati !, apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya. Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit. 

Air putih (air minum) dirumah kita, jika setiap hari dido’akan dengan khusyu kepada Allah SWT, agar peminumnya sholeh, sehat, cerdas dll. Niscaya, akan berproses ditubuh , meneruskan pesan/do’a kepada molekul air yang berada di bagian otak dan pembuluh darah peminumnya. 

Dengan izin Allah SWT, pesan/do’a tadi akan dilaksanakan oleh tubuh tanpa disadari. Bila air minum disuatu kota dido’akan dengan serius untuk kesholehan, Insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik. 

Rasulullah SAW bersabda “Zam-zam lima syuriba lahu” (air zam-zam akan melaksanakan pesan dan niat bagi yang meminumnya). Barang siapa yang meminumnya supaya kenyang, maka ia akan kenyang, barang siapa yang meminumnya untuk menyembuhkan sakit, maka ia akan sembuh. 

Subhanallah, ini telah menjelaskan pula mengapa air Zam-zam begitu berkhasiat karena dia menyimpan do’a jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita mau merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang air, kita akan tersentak bahwa masih banyak rahasia Al-Qur’an yang belum kita pahami. Bahwa air ternyata bukan sekedar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh dan sifat-sifat lainnya yang mungkin belum kita ketahui. 

Perlu diingat, Islam adalah agama yang lekat dengan air. 

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah ingin menarik perhatian hamba Nya pada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lainnya yang menunggu untuk disingkap oleh manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi, dan Mati pun wajib dimandikan. 

Tidak ada agama lain yang mengharuskan (baca: mewajibkan) memandikan jenazah. Tetapi kita belum melakukan Dzikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah. 

Ketika segelas air putih terletak di atas meja.Berdiamlah sesaat, bacalah dengan nama Tuhanmu. Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. sebelum minum panjatkan doa, lalu bermohonlah hanya kepada Tuhan, ucapkan ayat-ayat yang suci. Maka, segelas air putih yang diminum akan memberikan segala keindahannya kepada kita. 

Semoga, kedepannya kita dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. Amin. Wallaahu a’lam bish shawab

cara membuat polling sederhana dengan menggunakan PHP



Banyak kita menemukan aplikasi polling di berbagai website. Tapi pertanyaannya, bagaimana seh cara buat aplikasi polling yang sederhana dengan PHP dan berintegrasi dengan Database (sql)? Mudah saja kok, kalau kita mengerti alur algoritmanya :D
Ehm, biar gak bingung..langsung aja deh kita praktek tuk membuat aplikasi polling sederhana menggunakan PHP dan berintegrasi dengan database (sql).
Sebagai catatan, aplikasi Polling ini merupakan jiplakan dari script Web Counter Sederhana yang sudah ditulis lamaaaa sekali.(lebay, eh?) Konsepnya masih sama kan? Kalau ada aksi, maka nilainya akan bertambah 1.
Oke, adapun bahan-bahan yang harus disiapkan adalah:
- Sebuah database.
- Sebuah tabel.
create table polling(
id int(2) auto_increment primary key,
opsi varchar(30) not null,
jumlah int(9) not null
);
Jelas tipe data kolom jumlah harus sebagai integer, untuk menghindari adanya input yang berupa selain angka. Dan kenapa harus 9? Ya mungkin saja nanti ada lebih dari 99.000.000 orang yang memberikan hasil polling-nya :)
Okeh, tabelnya sudah, selanjutnya yang diperlukan adalah memberikan beberapa record. Penulis berikan 2(dua) dulu saja yah.
insert into polling values(”,’PHP’,0), (”,’HTML’,0);
Kemudian kita harus buat form pollingnya.
Data provided by Pastebin.com - Download Raw - See Original
  1. <!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN""http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
  2. <html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
  3. <head>
  4. <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
  5. <title>AaEzha.com - Membuat Polling Sederhana Menggunakan PHP</title>
  6. </head>
  7.  
  8. <body>
  9. <form id="form1" name="form1" method="post" action="polls.php">
  10.   <p>Polling : Apa pelajaran favorit-mu?</p>
  11.   <p>
  12.     <input type="radio" name="pol" id="PHP" value="PHP" />
  13.     PHP<br />
  14.     <input type="radio" name="pol" id="HTML" value="HTML" />
  15.     HTML</p>
  16.   <p>
  17.     <input type="submit" name="button" id="button" value="Submit" />
  18.   </p>
  19. </form>
  20. </body>
  21. </html>
Kemudian untuk proses actionnya: (beri nama file sebagai polls.php)
Data provided by Pastebin.com - Download Raw - See Original
  1. <?
  2. mysql_connect('localhost','DB_USER','DB_PASS'); mysql_select_db('DB_NAME');
  3. $pol = $_POST['pol'];
  4.  
  5. $query = "select jumlah from polling where opsi='$pol'";
  6. $result = mysql_query($query);
  7. $tcount = mysql_fetch_array($result);
  8. $tcount = $tcount['jumlah']+1;
  9.  
  10. $query1 = "update polling SET jumlah='$tcount' where opsi='$pol'";
  11. $result1 = mysql_query($query1);
  12.  
  13. echo "<h2><p align='center'>Total vote untuk $pol sementara adalah : ".$tcount."</p></h2>";
  14. echo "Hasil voting sementara adalah:";
  15. $html = mysql_fetch_array(mysql_query("select jumlah from polling where opsi='HTML'"));
  16. echo "<br>HTML : ".$html['jumlah']." suara";
  17. $php = mysql_fetch_array(mysql_query("select jumlah from polling where opsi='PHP'"));
  18. echo "<br>PHP : ".$php['jumlah']." suara";
  19.  
  20. ?>
Rasanya, klo dengan aplikasi diatas, untuk sekelas Pemilu pun gak perlu menghambur-hamburkan uang untuk kertas, kotak-kotak, dan lain-lainnya. Itu merupakan sebuah ‘lahan basah’ untuk tikus-tikus kantor :p
Tentunya harus dengan keamanan dan algoritma yang sedikit rumit :)
 

Di klik

lintas me

Arsip Blog

iklan

Contact Form

Name

Email *

Message *

Support : Creating Website | Muhammad Dikha Wijaya | Vibra Band
Copyright © 2011. Teropong Millenial - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger